Wednesday, March 22


Pesan ini sempat menyebar melalui facebook dan whatsaap, kita diminta ga menggunakan obat parasetamol baru yang berkode P/500, warnanya putih dan mengkilap, diklaim mengandung virus mematikan machupo.

Analisa:
Info tersebut adalah nonsense alias hoax. Tidak ada bukti, laporan kesehatan atau berita pernah ditemukannya virus machupo dalam parasetamol atau obat lainnya.

Proses beredarnya suatu obat resmi kan ga mudah, ada tahap panjang yang harus dilalui, setelah diproduksi juga ada uji mutu, jadi kecil kemungkinan produk terkontaminasi apapun apalagi virus bisa lolos ke pasaran, kalaupun sempat lolos pasti ada penarikan produk besar-besaran.
Terlebih lagi cara penyebaran virus Machupo paling mungkin adalah melalui transmisi aerosol partikel debu dari kotoran hewan pengerat seperti tikus, termasuk kotoran padat dan air kencingnya si tikus.

Meski virus machupo bisa hidup 2 minggu dalam spesimen darah di luar tubuh penderita tapi ga bisa bertahan di lingkungan kering.

Keterangan yang Phoebe himpun di atas sepertinya cukup ya untuk buat kesimpulan kalau virus machupo ga bisa diproduksi bareng obat parasetamol dan obat apapun di pabrik obat. Apalagi distribusi obat sejak dari pabrik sampai ke apotik dan konsumen butuh waktu berhari-hari.

BPOM Indonesia juga sudah memberikan keterangan klarifikasi soal pesan berantai ini di situs resminya ya guys, link ada di bagian bawah post ya.

Dengan demikian Parasetamol mengandung virus machupo adalah HOAX!

Sumber;
- Klarifikasi BPOM http://www.pom.go.id/new/index.php/view/klarifikasi/45/KLARIFIKASI-BADAN-POM-TERKAIT-BEREDARNYA-ISU--PRODUK-OBAT-PARASETAMOL-YANG-MENGANDUNG-VIRUS-BERBAHAYA.html
- Info virus machupo http://www.phac-aspc.gc.ca/lab-bio/res/psds-ftss/machupo-eng.php

2 comments

Sederhananya, kalau memang berbahaya, BPOM lah yang nomer 1 akan turun tangan.

Bener mba Nita, bpomlah yg berwenang soal kaya gini


EmoticonEmoticon