Thursday, March 16


Salah satu cara paling efektif mengetahui tentang musuh dan segala cara menghancurkannya adalah dengan mendekatinya. Dan mengirim mata-mata adalah cara terbaik. Dalam dunia yang berbahaya itu, wanita cantik jauh lebih efisien daripada laki-laki, dan sejarah mencatat kiprah mereka.

1. Isabella Marie Boyd

(9 Mei 1844 - 11 Juni 1900)

Dikenal dengan nama Belle Boyd atau Cleopatra dari Secession, adalah mata-mata Konfederasi dalam Perang Saudara Amerika. Dia dioperasikan dari hotel ayahnya di Front Royal, Virginia, dan memberikan informasi yang berharga untuk Konfederasi Jenderal Stonewall Jackson pada 1862.

2. Nancy Wake

(9 Mei 1844 - 11 Juni 1900)

Dia menjabat sebagai agen Inggris selama akhir Perang Dunia II. Dia menjadi tokoh terkemuka dalam kelompok maquis Perlawanan Perancis dan menjadi salah satu dari para personil yang paling dihiasi Sekutu 'perang. 

Lahir di Roseneath, Wellington, Selandia Baru, keluarga Wake pindah ke Sydney, Australia pada tahun 1914. Dia berumur dua tahun pada waktu itu, yang termuda dan paling independen dari enam anak. Kemudian, ayahnya meninggalkan keluarga untuk kembali ke Selandia Baru, meninggalkan ibunya untuk membesarkan anak-anak. Kemudian, pada tahun 1939 ia bertemu industrialis Perancis Henri Edmond Fiocca, lalu menikah pada tanggal 30 November dan tinggal di Marseille, Perancis.

Setelah jatuhnya Perancis, ia menjadi kurir untuk Perlawanan Perancis dan  bergabung dengan jaringan pelarian dari Kapten Ian Garrow. Gestapo memanggilnya "White Mouse". Pada tahun 1943, dia adalah orang yang paling dicari Gestapo, kepalanya dihargai 5 juta franc. 

Pada April 1944 untuk pembebasan Prancis, pasukannya sejumlah 7.000 maquisards berjuang melawan 22.000 tentara SS, di pihak lawan berjatuhan 1.400 korban, sementara di pihaknya hanya 100 sendiri. Sahabat Perancis, terutama Henri Tardivat, memuji semangat juang nya.

Setelah perang, dia menerima Medali George, Medal of Freedom, Medali Perlawanan dan tiga kali Croix de Guerre. Ternyata Gestapo menyiksa suaminya sampai mati tahun 1943 karena menolak untuk mengungkapkan keberadaannya. Setelah perang ia bekerja untuk Departemen Intelijen di British Air Ministry. Lalu ia menikah John Forward pada tahun 1957 dan kembali ke Australia.

3. Margaret Kemble Gage

Margaret Kemble Gage



(1734-1824)

Dia adalah istri dari Jenderal Thomas Gage, yang memimpin Angkatan Darat Inggris selama Perang Revolusi Amerika. Meski demikian ia memata-matai Inggris karena simpati terhadap perjuangan Revolusi. Dia lahir di New Brunswick, New Jersey dan tinggal di East Brunswick Township. 

Menurut sejarah terutama Paul Revere Ride menunjukkan bahwa Mrs. Gage memberi informasi mengenai serangan umum Jenderal Gage di Lexington dan Concord. Semua bukti menunjukkan bahwa informan Dr. Warren memang Margaret Kemble Gage. Seorang wanita yang kesetiannya terbagi antara suami dan tanah kelahirannya sehingga ia dikirim ke Inggris dengan kapal Charming Nancy pada tahun 1775 atas perintah suaminya.

4. Josephine Baker

Josephine-Baker



(June 3, 1906 – April 12, 1975)
Josephine Baker adalah seorang penari, penyanyi, dan aktris Prancis kelahiran Amerika. Dijuluki "Bronze Venus", "Black Pearl", dan bahkan "creole Dewi" di negara-negara Anglophone. Baker adalah yang perempuan Afrika Amerika pertama yang membintangi sebuah film besar mengintegrasikan gedung konser Amerika, dan menjadi entertainer terkenal di dunia.

Dia juga berkontribusi ke Gerakan Hak Sipil di Amerika Serikat (ia ditawari kepemimpinan tidak resmi dari gerakan oleh Coretta Scott King tahun 1968 setelah pembunuhan Martin Luther King Jr tapi menolaknya), untuk membantu Perlawanan Perancis selama Perang Dunia II dan menjadi wanita kelahiran Amerika pertama yang menerima kehormatan militer Prancis, yaitu Croix de guerre.

5. Anna Chapman

Anna Chapman


(Born 23 February 1982)
Anna Vasilyevna Chapman, wanita cantik berusia 28 tahun berkewarganegaraan Rusia dengan IQ 162. Ayahnya seorang diplomatyang bekerja di kedutaan besar Rusia di Nairobi Kenya.

Ditangkap bersama 9 orang lainnya 27 Juni 2010 karena dicurigai sedang melakukan kegiatan mata-mata saat tinggal di New York. Bekerja di bawah SVR (Sluzhba Vneshney Razvedki), sebuah badan mata-mata ilegal, Chapman didakwa bersalah atas tuduhan konspirasi untuk bertindak sebagai agen pemerintahan asing tanpa melapor ke jaksa Agung Amerika Serikat dan pada 8 July 2010 ia dideportasi ke Russia sebagai program pertukaran tahanan Rusia As.

2 comments

Gajinya tinggi kali ya jadi mata-mata. Tapi membahayakan banget hidupnya.

Sensasinya mba yang tak terkatakan hehe


EmoticonEmoticon